Penyakit Sifilis Pada Ibu Hamil

Senin, 07 Agustus 2017

Penyakit Sifilis Pada Ibu Hamil


Penyakit sifilis pada ibu hamil dengan nilai persentase penularan 80% yang artinya pasti tertular ke bayinya melalui plasenta. Pada sifilis dengan jenis primer kemungkinan akan tertular sekitar 50%, untuk sekunder sendiri dengan nilai 50% dan sedangkan untuk tersier 10%.

Penyakit sifilis juga dapat mempengaruhi masa kehamilan yang dikandung ibu hamil serta terjadi peningkatan abortus spontan, kematian bayi pada saat baru lahir dan pertumbuhan janin terganggu.

Maka dari itu pada penderita sifilis atau baru mendapat gejala dianjurkan untuk dengan segera konsultasikan dengan dokter medis spesialis kelamin, atau menjalani pemeriksaan TPHA dan VDLR dengan tujuan sebelum mencapat usia kandungan 16 bulan masih bisa mengatasi penyakit tersebut.

Klasifikasi Penyakit Sifilis Pada Ibu Hamil
  1. Stadium satu
    • Ciri ciri dari stadium pertama ini adanya luka kecil berwarna kemerahan dengan terlihat basah disekitar alat kelamin vagina, mulut atau poros usus dan luka tersebut dengan nama chancre
  2. Stadium dua
    • Apabila pada tahapan stadium ke pertama tidak dengan segera ditangani oleh pihak medis maka akan berlanjut ke tahap stadium kedua. Ciri ciri dari stadium kedua ini pada telapak tangan dan kaki akan muncul bintik dengan jumlah banyak berwarna merah bercampur dengan warna hitam. Terkadang muncul luka pada dubur, vagina, bibir, tenggorokan dan mulut
  3. Stadium tiga
    • Jika penyakit sifilis pada ibu hamil pada stadium dua juga tidak kunjung ditangani oleh pihak medis maka akan berlanjut ke stadium tiga. Pada tahapan tersebut penyakit sifilis akan hilang dengan sendirinya dan untuk penderita dirasa sudah membaik dan sembuh. Akan tetapi penyakit tersebut akan bersarang dan menyebar ke sekujur tubuh
  4. Stadium empat
    • Tahap empat atau masuk ke dalam kategori sifilis tersier, tahap sifilsi ke empat akan merusak anggota badan seperti tulang, jantung, otak dan jaringan otak
Penyakit sifilis pada ibu hamil bila tidak segera ditangani oleh pihak medis bisa beresiko terjangkit penyakit baru seperti virus HIV. Hal ini lebih mudah terserang dikarenakan terdapat banyak luka basah pada sekujur tubuh.
Reaksi:

0 komentar :

Posting Komentar